Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

Antara kau

Aku titipkan rinduku kepada angin yang berhembus  Yang berlahan menyelusuri malam yang syahdu  Dan kuberharap kau merasakan rinduku Tiada cara yang lebih indah dalam menyampaikan salam  selain kau titipkan rindumu kepada rabbmu.  Maka akan tersampaikan itu.  Mari kita saling memantaskan diri,  berbenah pribadi, saling menjaga dan mendoakan.  Karena Doa adalah telaga rindu Bagi yang mengharapkan pertemuan.  Hatimu akan terpeluk aman dan aku pun akan dapat merasakan nya.  Sebagaimana yang engkau rasakan saat ini. Rindu yang tiada berujung temu ini... Semoga memberikan hadiah tebusan terindah untuk kehidupan kita Dan dengan kekuatan doa segala nya akan mungkin menyatu.  Sejujurnya banyak yang ingin ku Katakan, ada yang ingin ku sampaikan, namun tak mampu untuk ku utarakan.   Aku tahu mungkin saat ini kita sama" sedang menahan perih. Dan sadarkah dikau bahwa aku tidak pernah hilang. Sesungguhnya a...

Mimpi Bersama

MIMPI BERSAMA ada rindu begitu inisial terlahir di timur ketika matahati dan bulan merangkum kisah terbit dan tenggelam apa adanya membiarkan siang terbangun  dan malam berharap tenggelamlah dalam sunyi keinginan bersua sebab adanya siang sebab adanya malam,  kehadiran matahari kehadiran bulan  bukan untuk diperdebatkan begitu seru ataupun untuk saling menikam menuju perih tetapi agar saling menyapa dalam jarak saling memberi tanpa ketergesaan terangi jalan menuju hati, kembali masing- masing maka menebarlah cahaya dari kisah kasih terpaut tentang arti kehilangan sebesar janji temu mengikat diri dalam mimpi-mimpi hidup © selasa, 22.11 WIB 20 September 2022 Deni Susanti Ferisade/ PC kota Mojokerto

Baik Baik saja

BAIK-BAIK SAJA Sesungguhnya aku ingin tetap baik-baik saja.  Mengabarkan tentang garis pantai yang dihuni sunyi. Camar pun kehilangan riuh ombak.  Saat rasa dikukuhkan,  angin kehilangan desir.  Berikan kabar tentang hari ini.  Rindu yang terperam.  Berharap kau datang dengan seikat bunga di balik bahumu,  dengan keindahannya yang katamu kau curi dari senyumku.  Tetapi kini kita berjarak menjadi dua rupa.  Bersama puisi kita menulis kisah.  Mencoba mengekang airmata.  Sepeninggalmu diantara riuh dermaga,  terngiang...,  katamu : "Suatu hari kita pasti akan bertemu di pojok kafe yang jazzy dengan segelas cappucino dalam tumbler yang sama."  Kataku, " Dan mungkin kita akan memiliki candaan yang tak lagi sama, saat asin airmata memilih untuk mengalir tersebab sesuatu yang berbeda.  Tetapi selamanya saja kita dicukupkan waktu melewati hari-hari sulit. Masa di mana seluruh ruang yang kita tempati menerima dan menemuka...

Mengapa...?

Kehidupan saat ini tak lagi indah… Seperti bunga tak lagi disiram setiap pagi…. Layu, mati, tak bernyawa hingga gugur…. Tak ada kehidupan yang bisa menjadi hebat dan sempurna…. Karena hanya ada derajat yang membuat hidup menjadi nyata… Kenapa hanya derajat yang membuat semua menjadi perbedaan… Aku pun tak ingin semua itu menjadi halangan… Aku pun ingin seperti yang lain… Kenapa kalian bisa… Kenapa aku tidak bisa… Sungguh dunia itu tidak adil… Ketika aku terjatuh kalian acuhkan aku…. Ketika aku menangis kalian menghindar…. Apakah kalian hidup didunia ini sendiri…. Pernahkah kalian merasakan apa yang aku rasakan…. Ingin rasanya aku berteriak sekuat tenaga…. Dan ingin ku bilang kapan dunia ini adil…. Derajat mengapa menjadi penghalang semua… Disaat aku terpuruk… Disaat aku terdiam… Dilorong yang sunyi, sepi, gelap, dan kotor…. Aku sendiri yang menghadapi kepahitan hidup ini…. Aku sendiri yang merasakan kejamnya dunia…. Tanpa apapun yang aku punya aku masih bisa hidup sampai saat ini…. Aku...

Cinta Beda Kasta

  Bagai pohon dan tanah yang berada dalam satu tempat tapi berbeda junjungan Sebuah pohon yang selalu menjulang tinggi ke atas Sementara tanah hanyalah sebongkah benda padat untuk tetap berada dibawah pohon Seakan segalanya sudah dikotak – kotakan   Di dunia ini katanya sebuah perbedaan itu indah Sebuah perbedaan diciptakan untuk menjadi serangkain warna  Tapi di cerita cintaku ini seperti bencana Tidak adil rasanya bagiku jika ada perbedaan   Cinta tumbuh tanpa mengenal kata permisi Kasih sayang ada karena cinta Dua insan telah terjebak dalam lingkar Fana Bersama membangun asa diantara tembok berduri   Sekeras apapun kami berusaha terus berjalan Maju melewati ketidakrestuan yang melukai Seperti berjalan diatas kaca yang pecah terbelah Seakan ingin maju tetapi menjadi sia, dan mundur menjadi percuma   Mengapa harus ada kasta jika Tuhan kita sama Mengapa ada kasta jika cara berdoa kita sama Mengapa orang tua kita t...