Antara kau

Aku titipkan rinduku kepada angin yang berhembus  Yang berlahan menyelusuri malam yang syahdu  Dan kuberharap kau merasakan rinduku Tiada cara yang lebih indah dalam menyampaikan salam  selain kau titipkan rindumu kepada rabbmu.  Maka akan tersampaikan itu.  Mari kita saling memantaskan diri,  berbenah pribadi, saling menjaga dan mendoakan.  Karena Doa adalah telaga rindu Bagi yang mengharapkan pertemuan.  Hatimu akan terpeluk aman dan aku pun akan dapat merasakan nya.  Sebagaimana yang engkau rasakan saat ini. Rindu yang tiada berujung temu ini... Semoga memberikan hadiah tebusan terindah untuk kehidupan kita Dan dengan kekuatan doa segala nya akan mungkin menyatu.  Sejujurnya banyak yang ingin ku Katakan, ada yang ingin ku sampaikan, namun tak mampu untuk ku utarakan.   Aku tahu mungkin saat ini kita sama" sedang menahan perih. Dan sadarkah dikau bahwa aku tidak pernah hilang. Sesungguhnya a...

puisi perpisahan

 

Kumpulan Puisi Perpisahan

 1# Terima Kasih Guruku

Engkau bagaikan cahaya

Yang menerangi jiwa

Dari segala gelap dunia

Engkau adalah setetes embun

Yang menyejukan hati

Hati yang ditikam kebodohan

Sungguh mulia tugasmu Guru

Tugas yang sangat besar

Guru engkau adalah pahlawanku

Yang tidak mengharapkan balasan

Segala yang engkau lakukan

Engkau lakukan dengan ikhlas

Guru jasamu takkan kulupa

Guru ingin ingin kuucapkan

Terima kasih atas semua jasamu

***

2# Wahai Guruku

 

Guru…

Saat kau terima kami dengan tulus

Saat pertama langkah kaki ini

Kami tak mengerti…bahkan kami tak tahu

arah yang kami cari…

Tapi satu cita cita kami

Hanya ingin…menjadi manusia yang berguna

Kini…setelah hari ini…

Ketika hari berganti menjadi pasti

Kami akan pergi…untuk mengejar cita cita kami

Menggapai harapan kami

Melanjutkan langkah kaki ini

Untuk meraih segudang prestasi

Guru…

Bekal yang kau tanami kepada kami

Akan kami gali untuk masa depan kami

Akan kami ingat ketulusan

Jasa jasamu yang selalu sabar membimbing kami

Tak kan pernah bisa terganti

Terima kasih atas semua jasa jasamu

Dan untuk segala pengorbananmu

Wahai guruku…

***

3# Celotehan Pena

Dalam puing-puing dedaunan.

Terbawa lamunan nan jauh ke sukma , menebar harum dalam setiap makna.

Jauh ku arungi arti dari sebuah perjumpaan, dalam butiran do’a.

Mencoba untuk bangkit dan terus melangkah tuk mencarinya-sebuah perjumpaan.

Denyut nadi tak bisa berhenti.

Berhenti dalam goresan dan peluh rasa ingin tahu.

Dari sebuah titik menjelma lah menjadi garis yang berlalu-lalang.

Itulah seumpamanya.

Berawal dari sebuah perjumpaan yang berkembang menjadi kebersamaan,

Yap…lebih tepatnya sebuah keakraban.

Lajur kehidupan memang ditakdirkan untuk berputar, begitu pula alur cerita ini-perjumpaan.

Sekian Lama tinggal di bukit suka.

Kini aku terjatuh, jatuh ke dalam lembah duka yang penuh kesakitan.

Dari rasa sakit aku mencoba tepis rasa yang tak bersahabat itu-duka dan sakit.

Tertatih, tapi bukan seras pedih

Selayaknya mentari yang selalu menyinari, aku masih terus berfikir.

Akankah sebuah perjumpaan akan menemui sebuah perpisahan?

Suara hati mengerutkan fikiranku untuk terus berlalu membawa angan.

Malam berlalu…

Angin pun ikut terbawa oleh suasana hatiku , angin bagaikan bahagi aku.

Tatkala suara petir membentak jantungku menghentikan serasa denyut nadi ini,petir bagaikan dukaku.

Hingga petir menurunkan titahnya pada hujan yang turun, hujan bagaikan tangisanku.

Bagian dari suasana hatiku.

Hujan berhenti…Tahukah kau bintang…?

Tersadar akan ini, tak perlu terluka dalam nestapa, bahagiaku dengan manja.

Aku merasa cukup dengan semua itu-perjumpaan dan keakraban.

Walau manakala kata “perpisahan” mengglegar di telingaku, aku mencoba tuk tetap tersenyum walau dalam paksaan.

Namun…Kini ku menyadari…

Di dunia ini…

Sebuah perjumpaan sangatlah mustahil tuk tetap abadi,

Begitu pula sebaliknya…

Sebuah perpisahan juga sangat mustahil tuk tetap abadi.

Awal adalah akhir Dan akhir adalah awal.

Semua yang berawal adalah akhir Dan semua yang berakhir adalah awal

Oleh : Thiany Sii Grey Cappucino

***

4# Maafkan Sahabat

Nafas ini tersengal menjerit

Diredam sedih dekap kerinduan

Tak peduli khalayak ramai

Perpisahan selalu menjadi bingkai perih

menghitung waktu ketika kita tak lagi bertemu

Sesering dulu saat kita berseragam abu-abu

Tak ada canda menertawai sang guru

Tak ada tawa menggunjing pemuda

Wahai sahabat perjuangan

Disini kita kan selalu ingat

Ada sahabat yang menuntun kita

Menuju kedewasaan

Diantara kemarahan kita

ada kedewasaan yang tersirat

Diantara kebersamaan kita

Ada kasih Tuhan yang tersurat

Maaf atas lisan yang tak bertuan

Maaf atas sikap yang tak berkelakuan

Maaf atas fikir yang tek tertentukan

Kita tetap dalam naungan persahabatan

***

5# Kini Tibanya Kita Berpisah

Wahai kawan-kawanku …

Kini tibanya kita akan berpisah dari sekolah

Tiada lagi tawa kita yang menghiasi suasana

Bermain dan belajar bersama mengukir cita

Kita berbagi bersama dalam suka dan duka

Sekarang jarak akan memisahkan raga kita

Tiada lagi seragam merah putih yang terpakai rapi

Semua akan berubah menjadi kebanggaan negeri

Merajut cita-cita bangsa untuk menata masa depan

Kawan …

Hari ini kita akan berpisah dari tempat yang penuh sejarah ini

Kita memulai langkah baru lagi di pelosok negeri

Dengan berbekal ilmu dari masa Sekolah Dasar ini

Akan kita curahkan pada dunia yang penuh berisi

Kawan …

Sungguh sedih terngiang dalam ingatan kata berpisah

Tiada lagi tegur dan sapa di tempat yang indah ini

Tempat menggali ilmu sampai kita banyak mengetahui materi

Dari mulai coretan tak berbentuk hingga kini pandai mengukir bentuk

Semua perjalanan ini akan tersimpan dalam buku kenangan

Berisi kenakalan kita dan tangisan jail dari kawan

Indah tersimpan dalam lembar-lembar berisi cerita jenaka

Akan terabaikan dalam naungan awan biru yang mengusik pilu

Selamat jalan kawanku

***

6# Akhir dari sebuah Awal

Masih ingat ketika pertama melangkah di pintu ini?

seragam merah putih awal kita bertemu

Kini,

Kita terpisah dengan seragam – seragam baru

Dengan impian – impian baru

Di rumah ilmu ini,

Kita berjuang menggali pengetahuan

yang tercecer di lisan guru

Tersembunyi di buku – buku

Di rumah ini,

Kita merasakan marah,

Menahan benci dan dengki

Seringkali menahan tangis

Tak terkecuali tertawa ria

Masih ingatkah kawan?

tentang impian cita kita?

Dokter, guru, pengusaha atau penyanyi?

Inilah akhir dari sebuah awal

Pintu terakhir menuju dunia baru

Semangat wahai para pejuang

Kita bertemu sebagai pemenang

***

7# Puisi Untuk Sekolahku

 

Puisi sederhana ini untukmu

Ku persembahkan untuk sekolahku

Tempat sederhana di mana aku belajar.

Tempat di mana aku mengenal teman

Bermain berpacaran jatuh cinta belajar

Semuanya menjadi satu.

Puisi ini kutulis saat pelajaran matematika

Berbekal otak sekarat

Ku coba rajut bait dengan baris.

Puisi ini bercerita tentang sekolah dan semuanya

Tentang sepenggal cinta

Persahabatan

Jati diri dan masa muda.

Jika kau sempat bacalah sajak ini

Di dalamnya penuh dengan bangkai bangkai kenangan

Kenangan yang dulunya hidup kita terbaring mati.

***

8# Kenangan Bersama Sekolah

 

 Kenangan

Masih ingatkah dikau?

Saat kita di hukum karena memanjat pagar?

Saat kita tidak membuat PR

Saat kita berbicara saat pelajaran

Saat kita tidur di jam pelajaran

Ingatkah di kau?

Kenangan

Aku hanya bisa menangis

Aku hanya bisa tersenyum

Aku hanya bisa membayangkan

Aku hanya bisa memikirkan

Aku hanya bisa mengingat

Aku hanya bisa membayangkan

Saat semua kenangan sekolah kita menjadi maya.

Kenangan

Ingin rasanya ku berteriak

Melampiaskan rindu yang suri

Bertarung hingga putus

Terbang tanpa sayap

Berjalan tanpa kaki

Menangis tanpa airmata.

Kenangan

Tuhan terima kasih

Untuk sahabat yang luar biasa

Untuk sahabat yang sangat setia

Untuk sahabat yang sangat peduli

Untuk sahabat yang sangat mengerti

Untuk sahabat yang sangat mencintaiku

Terima kasih.

Kenangan

Di sini kita bertemu untuk pertama

Membarter nama dan berjabat tangan

Kau sahabatku dan aku sahabatmu

Di sekolah ini kita bertemu

Di sekolah ini juga kita tumbuh dewasa.

***

9# Jasamu Jiwaku

Tetesan keringat jerih payahmu..

Jemari-jemarinya luluh lantakan meja..

Di ajarkannya berdo’a dan bernyanyi…

Alun-alun semilir indahkan kedamaian cinta..

Menegakkan badan menghargai jasanya…

Menuruti langkahnya jejak pun ada..

Jiwanya memberikan pengorbanan nya..

Tinta-tinta bocor tumpahkan darahnya..

Lembaran pun tersobek-sobek singgasana..

Suaranya menggemakan dunianya…

Gertakan langkahnya dan detakan jantungnya..

Ku haturkan terima kasih kepadanya…

Wahai guruku…jiwaku…

Tanpamu aku tak akan bisa terbang hingga ke langit

Permata indah, indahkan cinta…

Gemerlap dari matamu selalu senyumkan hatiku..

Terima kasih guruku…

Oleh : Ama Gusti Azis

***

10# Hal Perpisahan Ini

Mata yang berkaca-kaca…

Jantung yang berdetak-detuk tak menentu

Pikiran melayang-layang

Itulah terpaan gemuruh rasa dalam hatiku

Yang menemani saat ku tlah terpisah darimu

Waktu ini adalah saat waktu yang menyiksa

Menyiksa dirimu dan diriku

Waktu yang terasa lambat berputar

Berputar tuk berjalan melalui hari demi hari yang kan kita lalui

waktu dimana kita tak bersama-sama lagi

Kini semua hanya tinggal kenangan,

kenangan indah yang tlah kita lalui

Canda-tawa,sedih,kesal,khawatir dan rasa takut terpisahkan

Itulah perasaan yang menggumuli hati kita selama ini dan

rasa takut itu kini tlah menjadi kenyataan.

Aku mengerti kau begitu sakit saat ini

Terpisah dan terpenjara sepi disana

Namun ketahuilah sobat…..

Diri ini jauh lebih sakit merasakan semua ini

Aku bingung dan tak tahu harus bagaimana

Banyak hal yang tak dapat kukatakan dan ku jelaskan

Banyak hal yang tak kau mengerti maksud hati dan semua ini

Maafkanlah… cobalah tuk mengerti dan memahami

ambillah hikmat dari semua ini

Jauhkan rasa dendam dan benci, aku mohon…

Yakin dan percayalah semua ini kan ada hikmat nya

Ketahuilah sobatu,

aku tak akan lupa dan tak akan pernah bisa

tentang apa yang harus memisahkan kita

Kenanglah sobat……

Oleh : Chinvaru

***

11# Salam Perpisahan

Kini, hatiku tergores kesedihan

Ketika terucap salam perpisahan

Walau air mataku tak berlinang

Bukan berarti suatu kerelaan.

Saat-saat langkah terayun

Jarak kita-pun semakin membentang

Akankah semuanya jadi terkenang

Atau hanyut terbawa gelombang

Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan.

Sobat, dalam hatiku ini

Akan tetap membekas suatu kenangan

Kau sungguh baik, supel dan komunikatif

Siapapun mengenalmu pasti akan merindu.

Namun untukku, janganlah kau biarkan

Aku terkulai lemas dalam kehampaan

Karena rasa kangenku yang tidak kau harapkan.

***

12# Perpisahan Sahabat

Sesunyi malam yang bertabur bintang

Seindah alunan gitar yang kau mainkan

Semua kenangan ini takkan pernah kulupakan

Saat kita tertawa bersama

Suka duka telah kita lewati

Aku sangat bahagia telah mengenalmu

Kau selalu mengerti perasaanku

Aku ingin selalu bersamamu

Namun, waktu berkata lain

Kau pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya

Tangisku mengiringi kepergianmu

Andai aku tahu kapan saat kau pergi

Aku akan menghabiskan waktu terakhirku bersamamu

Sahabat…

Aku akan selalu merindukanmu

Selamat jalan sahabatku.

***

13# Takut

Ketakutan ini kini telah menjadi kenyataan.

Saya memahami kamu hanya begitu sakit

Terpisah dan kesepian terkunci di sana

Tapi mengetahui cinta

Diri ini jauh lebih menyakitkan untuk merasa semua ini

Waktu ini adalah waktu penyiksaan

Tawa, kesedihan, kemarahan, kekhawatiran dan ketakutan dipisahkan

Ini adalah perasaan hati kita sedang berjuang sampai sekarang

Menyiksa diri sendiri dan dirimu

Waktu terasa lambat

Sekarang semua hanya pengingat,

Kenangan indah kami pergi melalui

Berputar untuk pergi melalui hari

Waktu ketika kita tidak lagi bersama-sama

***

14# Kepergian

 

Dia telah pergi, ia meninggalkanku, itu semua ku katakan

Untuk pertama kalinya aku ingin mengungkapkan perasaanku kepadanya

Ternyata dia sudah memiliki orang yang dicintainya

Harus saya merusak itu?

Mataku mengalir dan direndam pipiku

Sekarang aku hanya berpikir bagaimana untuk mengejar

Aku baru saja kehilangan identitas karena dia

Aku hanya dapat menangis untuk dia

Berteriak dan penyesalan yang mendalam

Mengapa tidak menjelaskan rasaku kepadanya?

Sekarang, tepat di depanku adalah tubuh tanpa kehidupan

Tidak ada cara, sekarang dia adalah sendirian tanpa hati

Dan hari ini, jika ku ingin mengatakan minta maaf

Tiba-tiba aku mendengar dia mengalami kecelakaan dan mati di tempat

Itu tidak memberitahuku bahwa hari ini akan menjadi hari kelabu bagiku

***

15# Pelangi

 

Ini adalah pelangi yang bersinar seperti kapas melemahkan di langit luas.

Memancarkan lampu saat hujan membawa generasi muda sebagai penerus bangsa.

Dengan layanan nya, dia menulis dan membaca pengetahuan yang berguna

Mungkin aku merasa bersalah.

Mengingat diriku yang tidak memperhatikan dia dan sakit kata-kata.

Kala itu aku dianggap biasa obrolan sebagai hanya angin. Yang lain sama, kelas pun riuh.

Ia ditegur denganku dan yang lain

Oh, matanya masih melihat murid-murid lainnya.

Aku berjanji dalam hatiku.

Di lain waktu, aku tidak akan lupa atau mengabaikan apa pun yang kau mengajar.

Aku selalu ingat janjiku. Rupanya ada tidak ada waktu untuk mengucapkan selamat tinggal.

Kami akan selalu mengingat layanan dan pengetahuan yang kau berikan.

Hal ini pasti berguna ketika tangkai tinggi.

Ribuan dan ribuan terima kasih.

Meskipun sulit untuk membayar kembali jasamu, suatu hari aku akan membayar kembali.

Aku bangga pada guru di masa depan. Menjadi penerus bangsa yang selalu bekerja

Memiliki citra baik dimata rakyat.

Akan kulakukan, demi membalas pahlawan tanpa tanda jasa.

Kumpulan puisi – puisi sekolah untuk perpisahan diatas dapat Anda jadikan referensi atau contoh untuk membuat puisi perpisahan sekolah, sahabat, guru, pacar dan lainnya yang diambil dari para penulis – penulis terbaik.

 

Komentar